Minggu, 01 November 2015

sejenak

     Lama meniti karir, jangan lupa dengan hati mu. Karena lamanya itu yang membuat waktu untuk 'berhati' semakin sedikit. Benar-benar mahal untuk sebuah kata saja yang berdiksi tinggi. Kerap kali ingin membuat elegi, tapi takut di tengah jalan mati. Habis dikikis oleh keduniaan. Nostalgia kah, atau hanya butuh hiburan; melihat mereka yang menyebut dirinya indie. Bukan, sudah ku bilang hanya untuk kembali menjadi berhati. 

     Kalau ada yang bilang sendu. Sungguh, memang sendu kalau harus disesali berulang kali. Sesekali perlu, tapi larut jangan. Happiness, even the world seems like never get tired to remind us. The fresh air, morning fog, vanilla sky, sunset, sunrise, falling-clouds... they do.


Jumat, 17 Oktober 2014

Sebenarnya banyak tidak setujunya, tapi entah berapa kali akhirnya harus terpaksa mengakui. Meskipun tidak semuanya berakhir dengan sama.
"Aku tidak pernah percaya, ada sebuah persahabatan yang tulus antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa adanya embel-embel perasaan lain yang mengikutinya. Laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa bersahabat. Mereka diciptakan untuk saling tertarik satu sama lain. Believe me."
Itu yang dikatakannya, Sasa Oktifa dalam salah satu bukunya. Tapi sekali lagi aku yakin tidak semuanya berakhir dengan sama. Tidak sepenuhnya benar. Believe me.
"Aku jatuh cinta sama dengan cara yang sama seperti orang tertidur: perlahan-lahan lalu mendadak." - The Fault in Our Stars

Minggu, 27 Juli 2014

the unseen

Sudah berapa daftar harus di lewatkan, scroll ke bawah dan terus mencari sesuatu yang mungkin akan menginspirasi. Tentang apa siapa. Kali ini sedikit memaksakan passion karena takut kehilangan kesempatan seperti ini lagi. Untuk menuliskan tentang ini.

Ada yang aneh.
Sudah sedikit jelas arahnya, sangat jelas sosoknnya, namun satu yang disayangkan. Dan terus menghantui logika ini.

Mengapa?
Mengapa harus sekarang?
Mengapa tidak sedari dulu?
Mengapa tidak saat itu?
Mengapa,

Telusuri aku
Atau aku yang akan memaksa menelusurimu nanti
Kalau memang bukan berniat untuk sebuah permainan
Teka-teki seorang lelaki atau aku memang gagal untuk pahami

Jangan sampai jadi tinggi hati,
sebuah peringatan diri setiap temui tanda-tandanya

Hampir sempurna kalau aku boleh berkata
Melihat sosoknya
Banyak, banyak sekali yang ingin dikatakan
Membahas menuliskannya 
berulang kali
Tentang, semua sifat sikap dan semua pertanda yang nyata
Yang sudah membuat besar kepala

Tapi, lagi-lagi entah...
Apapun, setidaknya tidak saling membohongi hati


Futuristik

Akhirnya membuka kembali situs ini. Setelah sekian lama gagal dalam membuat sepatah dua patah kata secara berkala. Bukan gagal, sengaja mengurungkan niat lebih tepatnya. Sebuah megaproyek mahasiswa, di akhir tahunnya menjalankan kewajibannya. 

Alhamdulillah, telah diberi kekuatan kesabaran dan keikhlasan dalam prosesnya. Serta hasil yang sangat memuaskan.

Entah harus kemana setelah ini.
Suara-suara yang mengaku jadi rekomendasi, tapi tak tahu apa yang pasti. Membujuk menyarankan mengajak, ke banyak jalan menuju Roma. 
Namun, Roma sendiri saya tak mengerti di mana letaknya. Belum begitu terlihat jelas, hanya saja ada sesuatu yang pasti di dalam. Yang tak usah ditanya pun saya akan mengejarnya.
Sesuatu yang tinggi, tapi indah.

Selalu berkelahi di dalam, tapi tak tahu kapan harus dijejali. Pikiran rasanya belum berhenti meledak-ledak. Masa depan, dan yang lebih jauh di depan sana.

Menjadi dewasa sungguh benar-benar tak gampang.
Tapi apa ingin selalu lari dari kenyataan, kalau menjadi dewasa itu adalah cita-cita setiap anak ketika kecilnya. Munafik sekali bukan, kalau sekarang ingin menjadi dahulu, dan dahulu ingin menjadi sekarang, namun selalu kecewanya. Apa harus memutar kembali pikiran ke belakang, apa yang sudah dilalui, apa yang seharusnya tidak dijejaki, lalu jadi gusar setiap akan melangkah lagi? Apa harus mendengar kata hati setiap kali dia berkata 'mengapa'? Apa yang harus dilakukan setelahnya? Apa yang sudah dimiliki, mereka yang masih menyemangati, bahkan mencerca tapi tidak berhenti, memberikan sesuatu yang menjanjikan kelak hari? Apa yang diinginkan sama dengan apa yang Dia inginKan?

Mungkin untuk melanjutkan tulisan ini pun tak tahu lagi.

Hanya berharap sesuatu yang pasti. Yang selalu dijejali kata bahagia di setiap akhir prosesnya. Yang disertai orang-orang terbaik dalam langkahnya. Dan yang selalu diizinKan oleh-Nya dalam setiap keputusannya.


I do believe in Happy Ending
God's the only reason I have

Selasa, 29 April 2014

Anger

Baru saja membangun sesuatu di dalam kepala
Baru saja menemukan semangat baru
Baru saja pergi dari penat dan datang ke gudang inspirasi
Sedang malas, jenug, dan staknasi tak datang lagi

Lalu diundang kembali
Tidak stabil
Tidak pernah stabil

Berhati-hati dalam berkata
Berhati-hati menggunakan hati
Berhati-hati menyusun alasan namun bukan palsu
Hanya mengurutkan runtutan kejadian
Agar semua bisa kenyang dimakannya, logika

Kesalahan terbesar adalah
Mengambil keputusan ketika dia datang bergerombol, emosi
Kesalahan terbesar tapi sulit dihindati adalah
Membiatkan dia bermain dengan lengah
Lengahnya logika dan hati
Biar membaur tapi berfotosintesa tanpa izin
Membawa akibat buruknya di setiap penampangnya
Mungkin ribuan, atau lebih jumlahnya

Apa sekarang?
Penyesalan atau harus menata hati lagi?
Atau memungut pecahan belingnya
Jangan sampai menggores nadi terlalu dalam
Biar tersendat sejenak,
Namanya yang selalu meledak-ledak di kepalaku
Biar tersedak sejenak,
Tentangnya yang sedang ditawar limfa

Mencari udara segar
Biar mengalir lagi seperti adabya
Tapi tak tahu harus memulai lagi darimana
Pikirannya hilang,
Tersesat berputar di ranjangnya
Perasaan tenggelam,
Tak sadar masa jenisnya jauh lebih besar

Pikiran itu memang sempit
Pikiran memang selalu mempersempit kemungkinan
Biar apa yang disangkanya dan tak disabgkanya
Tidak ditelan mentah-mentah oleh rasanya
Tapi pikiran terkadang melewatkan satu kekecewaan



The room, seemed to freeze in time
My table started to be harden too
The piano's down the corner
Ready to be broken by the tuts-eater
And I dont need any mirror right now
Because I know, even ugly cant describe me anymore


April 28th - 23.16

Jumat, 11 April 2014


"Apa lagi yang kau ingkarkan dari pertemuan yang selalu dicumbu dengan rindunya?"